Semua akan indah pada waktunya

Malam tumby… 

Sudah hampir sebulan janji mau ngeposting sesuatu akhirnya bisa terwujud malam ini. 

Pertama, ada kabar baik buat kamu. Alhamdulillah akhirnya aku sudah lulus bulan Juli 2013 lalu. Ya Allah… telat banget sih!!! iya, telat banget! udah hampir mau setahun baru bilang sekarang? hah? padahal 3 bulan lagi mau Ramadhan tau! hihihi…

Bicara tentang Ramadhan dan telat, aku sidang skripsi pas banget bulan Ramadhan. Bersyukur banget segalanya dilancarin sama Allah. Ngerasain kebingungan hunting buku referensi di Japan Foundation, sendirian di Perpusnas Matraman Salemba, dan ngerasain malam-malam touring naik motor bareng Nene ke Perpustakaan umum di bilangan Epicentrum Kuningan. Ngerasain tegang, bibir pucat dan tenggorokan kering saat presentasi. Terus ngerasain nangis haru biru pas yudisium kelulusan ketika namaku disebut Poppy sensei setelah azan Magrib berkumandang. Beliau juga sempat memanggilku dengan sebutan ‘Ibu Hajjah’ hihihii.. Aamiin ya Allah. Bersyukur karena saat lebaran tiba, tidak galau lagi ketika menjawab pertanyaan “kapan lulus?” dari orang-orang yang berkunjung saat lebaran. Padahal semenjak judul skripsi ditolak sama dosen tahun 2012, sempet ga bisa move on sampai 2 semester.

Dulu pas posterous belum ditutup, aku pernah nulis kaya gini,

"hidupku saat ini bagaikan sembelit, mules tak tertahankan tapi keluarnya susah minta ampun. Sama seperti perkuliahanku saat ini. sudah hampir 5 tahun lebih kuliah, ingin segera lulus, tapi skripsiku ga kelar-kelar."

Fuihihihi…. memalukan!

Ya, memalukan memang. Bagi seseorang yang ketika sekolah selalu menjadi rangking teratas, pernah menjadi juara umum, selalu mendapat beasiswa, justru lulus kuliahnya paling ngaret. Tapi sekali lagi, pepatah “Semua akan indah pada waktunya” benar-benar terbukti.

Bila direnungi, Allah belum mengizinkan aku lulus di tahun 2012 mungkin karena aku harus melewati berbagai ujian hidup terlebih dahulu. Mulai dari permasalahan keluarga, menjadi baby sitter keponakan, percintaan, pernikahan, serta poligami hadir beruntun saat itu. Alhamdulillah… Iman ini masih tersisa biarpun sedikit. Alhamdulillah, ajaran agama yang sejak kecil aku pelajari masih tertanam dihati ini. Pernah hampir berputus asa, namun Allah selalu menuntunku dengan cahaya-Nya. Menjelang Ramadhan tahun lalu, satu persatu permasalahan itu akhirnya terpecahkan. 

Ketika diri ini sedang rapuh meratapi judul skripsi yang ditolak lebay xD, terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk Nia sensei, guru bahasa Jepangku dulu di MAN 4. Beliau menelpon dan memintaku untuk membantu mengajar di sana. Ku pikir ini adalah rezeki yang tak diduga. Pagi hari, ketika pertama kali menjejakan kaki setelah sekian lama tak berkunjung, Keadaan sekolah benar-benar telah berubah, semakin cantik dan menyenangkan. Lantunan murotal quran diperdengarkan dari pengeras suara. Satu hal yang paling mengesankan di sekolah itu adalah poster-poster kaligrafi ayat Al Quran dan pepatah arab yang tergantung di langit-langit. Ketika aku membaca salah satu ayat, hatiku terhenyak.

fa innama al usri yusro”  (al insyirah:5)

(karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan)

Bagai padang pasir yang disiram hujan, hati ini berdesir. Alhamdulillah… Terimakasih ya Allah, atas cahaya-Mu. Semangatku kembali bangkit. Satu ayat itu menjadi quotes hidup terindah dalam hidupku. Sekali lagi ku rasakan manisnya iman.

Dahulu aku pernah menuliskan perasaanku tentang seseorang. Aku pernah beranggapan kalau seandainya aku bersama orang itu pasti akan bermasalah. Ya, beliau adalah dosen pembimbingku, Nur Sensei. Ternyata anggapanku salah. Beliau adalah orang yang sangat sabar dengan mahasiswa bimbingannya. Aku beruntung dibimbing beliau. Suaranya yang lemah lembut, cara menyampaikannya yang seperti sedang bicara dengan anak sendiri, semuanya patut disyukuri. Beliau juga rela membimbing hingga jam 9 malam padahal esoknya mesti mengajar pagi. Maaf ya Sensei, mahasiswa memang terkadang merasa sok tahu dan merasa tidak perlu dikasih tahu, dan mahasiswa jenis ini perlu dihajar. hehehe. Ditambah lagi ketika sidang, beliau sangat membantu banyak, dan tidak memberikan revisi sedikitpun. Yaiiyy!!!

Sampai ketika wisuda. Momen ini sebenarnya biasa-biasa saja. Justru momen yang paling mengesankan adalah ketika sidang dan yudisium tadi. Sempat galau karena merasa tidak sudi mengeluarkan uang sebesar 850 ribu untuk wisuda karena kondisi saat itu benar-benar sedang paceklik. Sempat risih mengingat ketika wisuda perlu kebaya, perlu make up, perlu biaya transportasi ke Kemayoran Expo yang jauh dari selatan Jakarta. Sempat ga enak juga bila tidak wisuda, karena momen itu ditunggu-tunggu sejak lama oleh Ayah dan Ibu.

Namun alhamdulillah, segalanya diberi kelancaran. Pintu rezeki terbuka seluas-luasnya menjelang wisuda. Mimpi ayah dan ibu akhirnya terkabul. 

—————————————————————————————————————————

image

—————————————————————————————————————————————

Alhamdulillah… Ayah dan Ibu,Terima kasih banyak untuk semuanya.,

Sebenarnya masih banyak yang mau ditulis di postingan kali ini. Masih pengen cerita hal-hal baru yang sudah terjadi. Masih pengen nyebutin dan ngucapin terima kasih ke orang-orang yang udah banyak membantu yang ga ditulis di dalam kata pengantar skripsiku.

Sudah malam„, ikan bobo… jadi ceritanya disambung ke part berikutnya.

penasaran kaan? hihihii… 

oke, selamat tidur! oyasumi!

1 note

2014

Postingan pertama di tahun 2014. Lama banget udah ga cerita-cerita lagi. Sebenernya labil sih mau posting di tumblr atau di blogspot. Ada banyak cerita menarik. Berasa kaku karena udah kelamaan ga nulis. 

see you on the next post!

Lembutkan hati ini. Tuntunlah jiwa ini. Sirami dengan Cahaya-Mu duhai Sang Penguasa Siang dan Malam.. :’)

Hati yang Jauh dari Allah

Mengapa hati cenderung tertarik dengan dosa-dosa dan menjauh dari pahala?
Mengapa banyaknya peringatan tidak membuat orang jera berbuat nista?
Bila hati tak lagi tersentuh oleh alunan ayat
suci, lebih gandrung dengan nyanyian-nyanyian keji, air mata tak pula meleleh di kala ingat akan dosa atau diingatkan tentang
neraka. Saat itulah hati mengeras menjadi batu. Shalat tak akan terasa nikmat, tidak pula iamerasakan manisnya munajat…

Ibnu Qayyim pernah berkata:
“Sesungguhnya di dalam hati terdapat ruang kosong dan celah yang tak dapat diisi oleh suatu apapun kecuali Allah. Terdapat sesuatu yang kusut yang tidak dapat diurai keuali dengan mendekatkan diri kepada Allah.
Terdapat penyakit yang tak dapat disembuhkan selain dengan sikap ikhlas dan beribadah hanya kepada-NYA. Tidaklah seorang hamba di hukum dengan sesuatu
yang lebih berat dari kerasnya hati dan jauhnya dari Allah. Sungguh api itu diciptakan untuk melunakkan hati yang kasar.
Sesunggunya hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras. Dan sebagaimana diketahui, bilamana hati telah mengeras,
maka air mata sulit mengalir dan mata menjadi kering (tdk mudah menangis). Ia terasa sakit meneteskan air mata baik disaat
berdzikir, takut kepada Allah ataupun ketika tunduk bersimpuh di hadapan Allah.”

Barangsiapa menghendaki hatinya bersih
hendaklah ia lebih mementingkan Allah daripada memenuhi tuntutan syahwatnya. Sebab hati yang senantiasa berlumuran
maksiat terhalang dari cahaya Allah sesuai kadar keterkaitannya dengan syahwat tersebut. Hati adalah bejana-bejana Allah di atas bumi-NYA, dan yang paling Dia
sukai adalah hati yang paling jernih dan lembut.

Imam Malik pernah berkata:
“Apabila fisik sakit, maka makanan, minuman dan bahkan istirahatnyapun tdk berguna.
Begitu pula dengan hati yg telah mabuk dunia, nasehat apapun tdk akan berguna baginya. Ia tertipu dan terpedaya dengan kesehatan
fisik dan limpahan harta benda yg dimiliki. Ia mengira dirinya dalam kondisi baik-baik saja, tak ada masalah bahkan tak ada sangsi yg
menghadangnya. Ia tdk menyadari bahwa ia terpedaya dan terlena, juga perubahan hatinya yang menjadi keras adalah sebesar- besar bencana yg menimpanya, sedang ia tdk menyadarinya.”

Lalu Bagaimana Jalan keluarnya??
Saudaraku„ Jika engkau berharap hatimu baik, maka dengar dan berjalanlah bersama kehendak dan hasrat yg terdetik di dalam
hatimu. Turutilah suara hati yg baik dan jauhi yg tdk benar, hasrat-hasrat kearah maksiat
tersebut merupakan tangga menuju kesesatan, bahaya dan fitnah yg dapat menjadikan hati
menjadi keras. Salah seorang tokoh kaum salaf juga pernah berkata dalam menyifati kiat-kiat mujarab untuk melembutkan hati:
“Sungguh hatiku dihinggapi sebuah keinginan, maka itu tidak aku turuti kecuali dgn dua saksi yg ‘adil’yaitu Al-Quran dan As-
Sunnah.”

Kini tiba saatnya kita mengukur dan bercermin kaidah tersebut. Kita akan mendapati betapa banyak telah terlintas di benak, nurani dan pikiran kita sejumlah
keinginan, hasrat, gagasan dan kemauan untuk kita lakukan, akan tetapi sudahkah kita bersikap dengan segala hasrat tersebut sebagaimana kaidah di atas, yaitu menghadirkan dua saksi ‘adil’ (Al-
Qur`an dan As-Sunnah) kemudian menimbang keselarasannya dengan keduanya. Dan jika bersesuaian, kita dengan penuh
semangat melakukannya dan bila bertentangan dengannya segera saja kita tinggalkan dan hindari. Sehingga dengan itu, hati kita selamat dan dipenuhi dengan
cahaya keimanan dan akhirnya berubah menjadi hati yg jernih dan lembut.

julieyumi:

Today’s word of the day is 真 (shin) which means “truth” or “genuineness.” It is often used to stress the depth, purity, or extent of another word.

Examples:
真 (ma) “pure” + 赤 (aka) “red” = 真っ赤 (makka) “bright red”
As opposed to a regular “red,” this is a deep, true, unmistakable red. It…

Noted!

141 notes

How about your Ramadhan?

Alhamdulillah..
Gue masih dikasih kesempatan untuk berjumpa dengan bulan mulia ini.
Gue juga merasakan betapa nikmatnya beribadah dengan berharap mendapat pahala berlipat ganda dari Allah sebagai bekal di akhirat nanti.

Gue tau, keimanan seseorang belum sempurna bila belum diuji. Puasa kali ini gue ngerasa perjuangannya lebih-lebih bila dibanding tahun lalu. Tahun lalu gue melalui Ramadhan dengan sakit maag parah yang membuat gue banyak berhutang puasa.
Sedangkan tahun ini, gue mesti bolak-balik kampus dengan motor menempuh perjalanan 1,5 jam plus macet.

Kalian udah tau kan gimana macetnya Pondok Indah & Sudirman dikala rush hour? Bukan cuma menguras tenaga, tapi juga mental. Gue mesti banyak bersabar. Biasanya orang lapar itu lebih galak. Entah kenapa selama bulan puasa kali ini gue lebih banyak diomelin para pengguna motor di jalan. Mungkin dikala gue pengen lebih hati-hati karena takut kurang konsentrasi di jalan, orang-orang pulang kerja malah berusaha pulang lebih cepat agar bisa berbuka di rumah. Mereka jadi lebih barbar dan ganas. Gila aja.. Ada celah sedikit, mereka salib. Gue pelan sedikit, diklaksonin sampai kaget. Klo gue ga mau nyalip, gue dibentak, Ciin.. Gue sih mempersilakan orang itu jalan duluan.
Pesan moral dari gue adalah kalau gue pengen pulang dengan aman, lebih baik stay di kampus dan buka di sana. Abis sholat magrib langsung capcus deh.. Setidaknya badan sudah berenergi dan fokus menghadapi jalanan.
Yang gue ga habis pikir adalah bukankah dengan puasa kesabaran kita sedang dilatih? Yah mungkin aja mereka bukan muslim. Tapi memangnya agama mereka ngga ngajarin tentang kesabaran? Yang gue nilai selama gue berkendara di jalan, ternyata bukan pengemudi bus kopaja aja yang berbahaya, pengemudi motor yang ga punya cadangan kesabaran, berasa jalanan milik sendiri sehingga seenaknya melanggar tata tertib pun lebih berbahaya untuk orang lain.

Di rumah, entah kenapa si Yazid jadi semakin menyebalkan. Gue pengen ketemu psikolog buat nanyain kenapa sih anak-anak ngelawan banget sama orang tua. Dia cuma takut sama abinya yang jarang dia temui. Perasaan gue kalau ngeliat anak-anak tetangga ngga ada yang ngeyel & ngelawan kaya gitu deh. Bener-bener cadangan kesabaran gue harus di-charge biar full terus.

Tentang skripsi, alhamdulillah.. Selasa, 23 Juli ini gue sidang. Gue banyak berhutang budi sama orang-orang yang udah ngasih semangat juga bantuan ilmu untuk mendukung terselesaikannya skripsi gue.. Ciyee ciye.. Mungkin karena stress dan cuaca yang ga bersahabat, gue sekarang lagi demam, pilek dan radang. Cobaan banget, kan.. buat yang mau tampil sidang. Semoga aja semuanya berjalan sukses, meski dengan penuh ketegangan. Aamin ya Allah..

Ibadah gue memang masih belum sempurna. Gue ga bisa nyalahin setan terus-menerus. Gue takut nanti dia nuntut gue gara-gara disalahin. Hihihi..
Tapi alhamdulillah gue makin cinta sama Alquran. Gue seneng banget baca quran meski suara gue parau dan ga enak didengernya. Gue mesti hatam sesibuk apa pun di Ramadhan ini.

Yup.. Begitulah sesi curhat kali ini. Aduduh.. Tenggorokan sakit banget. Mudah-mudahan sakitnya bisa ngurangin dosa-dosa gue yang menumpuk ini. Aamiin…

If a man wants you, nothing can keep him away.
If he doesn’t want you, nothing can make him stay.
Stop making execuse for a man and his behaviour.
Allow your intuition (or spirit) to save you from heartache.
Stop trying to change yourself for a relationship that’s not meant to be.
Slower is better. Never live your life for a man before you find what makes you truly happy. If a relationship ends, because the man was not treating you as you deserve then heck no.
You can’t be friends.
A friend wouldn’t mistreat a friend.
——
TRUE! SO TRUE, OPRAH!

If a man wants you, nothing can keep him away.
If he doesn’t want you, nothing can make him stay.
Stop making execuse for a man and his behaviour.
Allow your intuition (or spirit) to save you from heartache.
Stop trying to change yourself for a relationship that’s not meant to be.
Slower is better. Never live your life for a man before you find what makes you truly happy. If a relationship ends, because the man was not treating you as you deserve then heck no.
You can’t be friends.
A friend wouldn’t mistreat a friend.
——
TRUE! SO TRUE, OPRAH!

Potamophobia, gue baru tau istilahnya beberapa bulan yang lalu. Entah kenapa gue iseng pengen nge-post. 

Untuk orang yang trauma karena pernah tenggelam, jatuh ke sungai, atau terserang aliran tsunami wajar aja jika mereka mengalami ketakutan akan sungai atau bunyi air yang mengalir. 
Tapi ga wajar banget buat gue yang ga pernah mengalami hal-hal traumatis kaya gitu, tapi malah sering parno bila berada di dekat sungai.

Dulu gue pernah ngepost kalau gue parno sama suasana sepi dan pengalaman gue di Maribaya, berdiri di atas jembatan yang di bawahnya mengalir sungai deras.

Kemarin waktu main ke rumah temen gue si Dinda, di dekat rumahnya mengalir kali Krukut, meskipun ga besar, tapi alirannya deras. Dan itu berhasil bikin gue lemes lewat di sampingnya. 

Waktu gue bikin SIM di Tiga Raksa Tangerang, gue ngelewatin sungai Cisadane yang panjang bin lebar kayak naga terbang. Dan sukses bikin gue jerit-jerit nyuruh abang gue ngebut menjauhi kali tersebut.

Terus pas gue ikutan outbond di daerah Parung, waktu itu gue mesti melewati batu-batu setapak yang ada di atas danau. Danaunya sih tenang banget, ga berombak. Ga tau dalem atau cetek. Awalnya gue nyantai aja, tapi pas sadar udah sampai di tengah danau, yup… Gue jadi patung! Gue bingung. Apakah mesti ke hutan? Atau ke pantai? #krik maksudnya gue bingung mau nerusin menapaki batu-batu tersebut atau memilih lompat ke air. Syukurnya dengan penuh keyakinan, gue memilih jalan di atas batu dengan jantung ser-seran dari pada mempermalukan diri nyebur ke danau. #apasih

Gue ga takut sama air kok. Buktinya gue udah konsisten mandi dua kali sehari. Gue cuma deg-deg-ser aja kalau ngeliat sungai beraliran deras atau sungai yang diam-diam malah menghanyutkan. Beda lagi kalau gue udah berada di bawah air terjun, air pancur, air ujan atau kolam renang. Bisa seharian main air di sana. Hahaha

Potamophobia, gue baru tau istilahnya beberapa bulan yang lalu. Entah kenapa gue iseng pengen nge-post.

Untuk orang yang trauma karena pernah tenggelam, jatuh ke sungai, atau terserang aliran tsunami wajar aja jika mereka mengalami ketakutan akan sungai atau bunyi air yang mengalir.
Tapi ga wajar banget buat gue yang ga pernah mengalami hal-hal traumatis kaya gitu, tapi malah sering parno bila berada di dekat sungai.

Dulu gue pernah ngepost kalau gue parno sama suasana sepi dan pengalaman gue di Maribaya, berdiri di atas jembatan yang di bawahnya mengalir sungai deras.

Kemarin waktu main ke rumah temen gue si Dinda, di dekat rumahnya mengalir kali Krukut, meskipun ga besar, tapi alirannya deras. Dan itu berhasil bikin gue lemes lewat di sampingnya.

Waktu gue bikin SIM di Tiga Raksa Tangerang, gue ngelewatin sungai Cisadane yang panjang bin lebar kayak naga terbang. Dan sukses bikin gue jerit-jerit nyuruh abang gue ngebut menjauhi kali tersebut.

Terus pas gue ikutan outbond di daerah Parung, waktu itu gue mesti melewati batu-batu setapak yang ada di atas danau. Danaunya sih tenang banget, ga berombak. Ga tau dalem atau cetek. Awalnya gue nyantai aja, tapi pas sadar udah sampai di tengah danau, yup… Gue jadi patung! Gue bingung. Apakah mesti ke hutan? Atau ke pantai? #krik maksudnya gue bingung mau nerusin menapaki batu-batu tersebut atau memilih lompat ke air. Syukurnya dengan penuh keyakinan, gue memilih jalan di atas batu dengan jantung ser-seran dari pada mempermalukan diri nyebur ke danau. #apasih

Gue ga takut sama air kok. Buktinya gue udah konsisten mandi dua kali sehari. Gue cuma deg-deg-ser aja kalau ngeliat sungai beraliran deras atau sungai yang diam-diam malah menghanyutkan. Beda lagi kalau gue udah berada di bawah air terjun, air pancur, air ujan atau kolam renang. Bisa seharian main air di sana. Hahaha

Pulih

Karena hanya mengingat Allah, hati menjadi tenang. Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah.

Aku sayang Allah… Sangat sayang. ;)

Hero

Pemirsa, Hero sekarang sudah berubah menjadi supermarket giant loh. Eh.. Bukan, bukan itu yang ingin gue sampaikan saat ini. #apasihgue

Sore ini gue dan kakak gue berasa kaya di film-film yang berisi adegan dokter dan suster yang menangani pasien gawat darurat di rumah sakit. Sekarang gue lagi nongkrong di ruang tunggu Instalasi Gawat Darurat. Ngapain coba?

Jam 3 sore tadi gue nganter kakak gue nengokin om gue yang lagi sakit thifus/tifus/tipes or apalah itu tulisan yang sebenarnya, gue ga ngerti.

Menurut kakak gue, orang yang sakit tifus itu harus bedrest, dan mestinya sih dapet perawatan dari rumah sakit. Tapi om gue lebih memilih istirahat di rumah, sambil minum obat dari dokter. Lucunya lagi, om gue masih sempet-sempetnya ngurusin kucing, burung, sama ayam-ayamnya. Padahal dia sendiri ngaku pusing.

Kakak gue inisiatif untuk memberi cairan infus. Biarlah om gue dirawat di rumah, yang penting dia bisa dapat perawatan seperti di rs.

Ngacirlah gue dan kakak gue ke toko alat-alat kesehatan yang ada di Pamulang untuk membeli alat infus dan segala obat-obatannya. Sayangnya, mereka ga bisa ngejual alat suntik secara bebas, harus dengan resep dokter. Mungkin takut disalahgunakan untuk pemakaian obat-obatan terlarang kali ya. Untungnya di rumah, kakak gue punya cadangan alat suntik. Itu pun cuma satu biji. Di toko itu pun cuma menyediakan satu kantong cairan glukosa, sisanya mereka cuma menyediakan cairan hcl. Hcl juga bisa sih, tapi om gue punya tekanan darah tinggi. Jadilah gue keliling toko, rumah gue, sampai balik lagi ke rumah om.

Sebelum magrib, om gue diinfus. Setelah itu gue pun berbuka puasa di sana. Habis magrib, kami langsung ngacir ke rumah sakit Bogor Medical Center. Di tempat yang sekarang gue tongkrongi. Kakak gue ngeborong semua obat-obat yang diperlukan. Alhamdulillah lagi, gue di traktir sup empal yang enak banget di mini kafe rs ini. Hangat dan pedas. Yumm!!!

Gue bersyukur banget sering dikasih pengalaman kaya gini. Bukan berarti gue senang bila ada anggota keluarga gue yang sakit. Tapi gue senang karena gue bisa nolong mereka. Gue serasa berguna.

Senin yang lalu kakak gue collapse, awalnya kami niat mau calling ambulans karena ga ada yang bisa diminta bantuan. Bahkan suami kakak gue juga ga bisa diharapkan. tapi mengingat biaya administrasi yang bakal mahal, akhirnya gue yang malam itu cuma tidur 2 jam, subuhnya mesti antar kakak gue ke BMC dengan motor ngebut kecepatan full. Alhamdulillah kami sampai dengan selamat.

Dulu waktu nyokap sakit stroke, gue baru aja pulang dari kampus malam hari, belum sempat istirahat, mesti antar nyokap ke IGD Fatmawati dan menemani nyokap semalaman di sana. Alhamdulillah banget saat itu gue masih berguna dan berada di sisi beliau.

Gue juga pernah jadi seksi kesehatan pas acara pelatihan di Cisarua. Saat itu adik kelas gue ada yang kena sesak nafas karena nangis dikerjai dosen dan panitia. Ngga, gue ngga ngasih dia nafas buatan kok. Meski pun dia cowok, gue masih tau diri. Muahahaaa.. Gue ngelakuin tindakan seperti yang kakak-kakak PMR ajarkan. Fiuh.. Tegang juga sih, soalnya dia sampai kejang-kejang gitu.

Tadi ada sedikit perbincangan antara gue, kakak dan tante. Tante ngasih saran supaya gue ngelanjutin studi di bidang kebidanan. Gue tertarik banget. Siapa tau abis dari situ gue dikirim dinas ke Jepang. Aamiin… Sepertinya hidup gue ga jauh-jauh dari rumah sakit. Semoga aja gue dapet calon suami dokter. Bahahahakk… Aamiin lagi ya Allah.

Tapi gue mesti tau diri. Gue ga mau ngebebani orang tua dengan biaya studi gue. Gue mau kerja dulu, ngebahagiain keluarga gue, abis itu terserah gue mau studi lagi or ngga. Niat buat belajar lagi pasti ada, hanya saja mesti pada saat kondisi yang tepat.

Ok, gue mau balik dulu ke Tangerang. Semoga selamat sampai tujuan.

Doubt

Entah kenapa akhir-akhir ini gue jadi sering banget curhat di tumblr. Maaf ya tumby, jangan bosen sama curhatan gue. Gue bingung mau cerita ke siapa lagi tentang unek-unek gue yang selalu muncul dan ga mau gue simpan karena takut jadi stress yang menyebabkan jerawat. Hahaha…

Tadi siang kaka gue nyebelin banget. Sengaja banget sms si dia supaya ketemu sama gue dengan alibi gue mau nengokin om gue yang lagi sakit. Menurut gue agak kurang etis disaat om gue lg sakit begitu. Tapi mungkin memang udah waktunya gue ketemu sama dia siang ini.

Gue malu. Gue biasanya kalau berhadapan dengan cowo, baik yang masih brondong atau pun yang udah tua biasa aja. Sebenernya sih pas ketemu tadi pun perasaan gue biasa aja. Cuma malu…

Malu dengan kondisi gue yang sebenarnya. Biasanya cowo kan lebih melihat fisik. Gue ngga tau apa yang ada di pikirannya tentang gue. Gue ga mau suudzon. Tapi biasanya kebanyakan cowo memang begitu. Gue ga mau cuma gara-gara ini jadi minder. Gue harus bisa mengembalikan rasa percaya diri gue seperti semula.

Dari perasaan gue sih, dia juga tipe pemalu. Ah, gue bukan cenayang. Jadi ga bisa tau apa isi pikirannya. Hihihi

Ya Allah, saya cuma seorang perempuan yang tak berdaya di hadapan-Mu. Tiada daya dan upaya selain karena kebesaran-Mu. Saya yakin Engkau pasti akan memberi yang terbaik untuk hamba-Mu.

Gue lebih baik antisipasi. Yah, ga enak sih rasanya. Gue yang kemaren-kemaren lagi ngerasain kasmaran, tapi mendadak jadi down gara-gara pertemuan ini. Tapi gue bersyukur, dengan begitu gue ga perlu berharap-harap cemas lagi. Gue bakalan move on. Itu udah janji gue.
Gue ga mau kejadian seperti yang dialami kakak gue dan suaminya terulang pada diri gue.
Gue cuma minta kejujuran dari dia. Jadi ga ada kata terpaksa untuk menikahi gue sedangkan dia mengidamkan sosok lain. Hihihi…
Jadi sedih nih.. ;’(

Sebenarnya gue berharap dia iseng buka profil fb gue dan menemukan link tumblr gue ini. Berharap dia baca coretan isi hati gue. Hahaha

Mimpi gue banyak yang belum terwujud. Mungkin yang ini pun masih belum bisa terwujudkan.
Gue masih menunggu sosok yang mau nerima gue apa adanya, sosok yang pernah muncul di mimpi gue yang dulu pernah gue ceritain.

Abis ini gue pengen banget terbang. Semoga aja sedih ini ikutan menguap di udara.

The Fact

Hari ini banyak ngobrol sama ibu dan bapak. Alhamdulillah, gue senang banget bisa ngobrol dari hati ke hati bareng mereka. Dari obrolan itu gue mendapatkan beberapa fakta yang berhubungan sama si dia.

Mari kita mulai dari obrolan gue dengan ibu. Kami ngobrolnya siang hari. Gue iseng nunjukkin foto dia yang gue curi dari fb. Hihihi…

Komentar ibu; “cakep, neng!”,
“mirip sama bapaknya”,
“ibu sih setuju sama dia”,
“dia udah tau ga foto-foto, neng?”
“udah kenalan belum? Ajak ke rumah apa, ngobrol-ngobrol sama eneng.”

Ahahaa… Gue ga jawab dua pertanyaan terakhir. Fakta membuktikan kalau nyokap gue fine with him. Beliau malah pengen main ke rumah om gue supaya om gw menyampaikan pesan ke si dia biar cepet-cepet kenalan ma gue. But sorry mom, anakmu ini mencuri start duluan. Hehehe

Lanjut ke obrolan gue malam ini dengan bokap. Sama seperti nyokap, mulanya gue nunjukin foto dia di hp. Responnya adalah
“wih.. Boss!” (waktu liat dia pake jas)
“bilangin dia, bapaknya galak!”
udah, itu doang. wakakak..

Setelah itu bokap cerita tentang masa lalunya. Bagi gue itu suatu yang cukup mencengangkan karena bokap ga pernah cerita hal yang satu ini.

Zaman dahulu kala ketika bokap gue masih perjaka ting-ting, dia punya pacar sebut saja namanya Anggrek. Si Anggrek ini first love nya bokap Namun ternyata bokap gue punya rival sebut saja namanya Bambang. Dari cerita bokap sih, si Bambang itu tipe orang betawi yang asal nyeplos, dan kurang punya sopan santun (harap maklum bila ada opini yg tendensius, namanya juga rival, haha) si Anggrek ini sebenarnya lebih senang sama bokap gue, begitu juga dengan orang tuanya. Singkat cerita, bokap mundur dengan terhormat, lalu Anggrek menikah dengan si Bambang dan Bokap gue nikah sama Nyokap (yang kata bokap gue, saingannya lebih banyak dan penuh perjuangan buat ngedapetinya. Hihihi)

Pada suatu malam, bokap pernah mimpi kalau si Anggrek sedang menatap bokap sambil gendong seorang bayi. Bokap mengikuti si Anggrek pergi. Si Anggrek seolah-olah ingin menyampaikan sesuatu. Ternyata keesokan harinya bokap dapet kabar kalau si Anggrek meninggal saat melahirkan anak perempuannya. Setelah kepergian si Anggrek, bokap sering mimpi si Anggrek datang untuk menyalami tangannya. Selama gue menjadi anaknya, bokap emang paling kuat sama mimpinya. Mimpinya kadang sebagai tanda atau firasat tertentu yang tak jarang menjadi kenyataan.

Kemudian, Anak perempuan si Anggrek mari kita sebut saja namanya Mawar. Mawar diasuh oleh neneknya. Sampai saat ini Mawar menjadi sahabat kakak gue yang ngejodoh-jodohin gue sama si dia. Sedangkan ayahnya, si Bambang menikah lagi dengan seorang wanita yang akan kita panggil Teratai. Nah… Dari pernikahan Bambang dan Teratai ini lah si dia lahir.

Gimana? Bisa ngebayangin ngga benang kusut yang gue tulis di atas? Hahaha

Jadi intinya adalah, kalau seandainya gue jadi nikah dengan si dia, berarti bokap gue bakalan berbesan dengan rival cinta pertamanya dahulu kala.

Merinding siih dengernya. Tapi gue pernah sekali ketemu dengan orang tuanya si dia, kalau mereka sih setuju-setuju aja. Tergantung orang tua gue.

Nah, beberapa saat sebelum pembicaraan usai, bokap nanya, “emang beneran mau sama dia?”
“tergantung bapak mau apa ngga,” kata gue sambil nyengir.
“lah gimana sih? Yang mau nikah kan kamu!” bokap sengaja melototin gue.
“kan kalau dia ngelamar terus bapaknya setuju ya lanjutin, kalau bapak ngga setuju ya mau ga mau mesti mundur” gue sedikit ngerajuk. mueheheee..

Udah ah.. Sampai ketemu besok.

This is me on 2013. Udah 24 tahun, makin chubby.. Tapi alhamdulillah banget belum ada tanda-tanda wrinkle. Wakakak… Tapi meski begitu, harus mulai rutin ngerawat kulit, udah tua ooy!! XD

Keliatan ada aura lope-lope nya ga? Hihihihi… Saya sedang fallin love, kawan! *terbang*

—-
Camera effect by camera 360 magic skin sexy lips, face by wardah day cream and luminous powder, lip by wardah exclusive lipstick manggo.
Blush on: ga pake. Itu pake effect camera. Muahahaa

This is me on 2013. Udah 24 tahun, makin chubby.. Tapi alhamdulillah banget belum ada tanda-tanda wrinkle. Wakakak… Tapi meski begitu, harus mulai rutin ngerawat kulit, udah tua ooy!! XD

Keliatan ada aura lope-lope nya ga? Hihihihi… Saya sedang fallin love, kawan! *terbang*

—-
Camera effect by camera 360 magic skin sexy lips, face by wardah day cream and luminous powder, lip by wardah exclusive lipstick manggo.
Blush on: ga pake. Itu pake effect camera. Muahahaa