Hal ini pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Disaat gue kuliah, hidup ngekos di timur Jakarta. Gue pernah hidup dalam kecanduan. Kecanduan terhadap eksistensi di media sosial. Di saat facebook dan twitter mulai booming, gue ga berhenti nyampah. Tiap detik posting hal-hal yang gue benci, ngomongin orang, nyindir pake status, nulis puisi cinta ketika kasmaran, dan sejenisnya. Istilah jaman sekarang sebutannya alay. Ya, menurut gue semua orang pernah mengalami fase alay seperti gue. Sampai akhirnya gue berada di titik jenuh. Gue ga nyaman dengan kelakuan gue yang makin hari makin ga wajar. Hidup gue eksis banget dari facebook ke twitter, balik lagi ke facebook. Itu cuma buat postingan ga jelas, komentarin status orang, nge-mention artis band jepang, dan gue pernah jadi retweet abuser. Tangan gue ga pernah lepas dari handphone. Gue jadi sering nyindir orang. Entah udah berapa banyak orang yang udah gue sakitin.
Klik home - post comment - update status - pindah ke twitter - posting shoutout - mention ga jelas - nyindir si anu - RT in info-info biar dianggep keren.

Saking ga nyamannya dengan kelakuan gue sendiri gue pernah berdoa sama Allah supaya gue bisa mengubah bad habit yang satu ini. Perjuangannya panjang. Gue bisa berhasil lolos mengubah kelakuan gue selama setahun.
Gimana caranya?
Diam…
Diam…
Diam…
Gue berusaha menjadi silent reader. Gue unfriend dan block orang-orang yang sejenis sama gue yang sama-sama suka nyampah, nyindir dan sebagainya. Gue cuma nge-follow akun-akun yang berisi tentang keagamaan, berita, dan humor. Gue kurangi frekuensi persinggungan tangan gue dengan handphone.
Dan gue berhasil…

Akhir-akhir ini gue sedih. Kok gue jadi seperti dulu lagi. Sekarang media sosial bukan cuma fb & twitter. Di hp gue udah nangkring gplus, path, sama instagram. Ditambah lagi sama aplikasi chat yang memudahkan orang buat komentar kayak Whatsapp, Line, dsb. Frekuensi sentuhan tangan gue ke hp semakin sering. Hebatnya lagi, gue bisa berpindah keliling dari fb - twitter - path - gplus - instagram terus muter lagi dan muter lagi.
Well.. Gue ga nyalahin para pembuat media sosial. Gue juga ngga nyalahin para penggunanya kok. Gue nyalahin diri gue sendiri. Gue kecewa, yang gue rasakan gue jadi bawel lagi. Berisik lagi. Gampang ngasih komentar ini itu. Nyindir si ini dan si itu. Gue jadi sakit hati sendiri gara-gara kelakuan gue yang sering nyakitin hati orang.
Beruntungnya gue ikutan program one day one juz. Setidaknya hari-hari gue jadi sedikit bermanfaat. Tapi tetap saja gue kebablasan. Yang harusnya tilawah sebelum tidur, kini jadi bablas karena gue tidurnya kemaleman, udah capek duluan gara-gara maen di medsos.
Yang bikin geregetan adalah bahkan ketika membaca quran pun, gue gatal dan penasaran sama notif-notif yang muncul di hp.

Gue akan berjuang kembali. Gue berusaha memanfaatkan waktu dengan yang lebih berguna. Membaca quran, berhubungan lagi sama novel yang masih baru tapi belum sempat dibaca, coret-coret tembok kamar, dan menjauhkan diri dari hal-hal yang ga bermanfaat.
Gue yakin pasti bisa.
Semangat!

superbmother:

Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau…

Alhamdulillah.. Dapat ilmu kehidupan baru..

355 notes

Rabighfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa robbaya niishogiro..

Rabighfirlii waliwaalidayya warhamhuma kamaa robbaya niishogiro..

(Source: lionofallah)

2,623 notes

Do not teach your daughters to be ‘pretty.’

Do not entomb her in a pretty pink tower
and insist that only the degree of her physical appeal
may set her free.
Teach her to fight her way out,
to consume books and spit knowledge
to lesser boys who insist she is just beautiful
and nothing more.

Teach her to love her body
not to manipulate and put a price tag on herself
as a defined worth
she shall be immeasurable
she shall be more than this.

Do not let her break herself down
when the boy in kindergarden hits her
because he likes her.
What are you really teaching her?
Pain and love are not synonymous
neither are pretty and perfection.

Teach her to be kind
to be harsh
to be demure
to be wild
to be sensitive
to be thick-skinned

But good god,

Do not teach your daughters to be ‘pretty.’

Michelle K., Do Not Teach Your Daughters to Be ‘Pretty’ (via creatingaquietmind)

Insha Allah…

35,093 notes

Pergilah ke tempat atau komunitas yang baik-baik agar peluang Anda mendapatkan jodoh orang baik semakin besar. Jangan pergi ke tempat-tempat dimana orang sering membuang waktu percuma. Atau ke tempat dimana kemaksiatan atau hal negatif menjadi suatu hal yang biasa.

Bila Anda bertemu jodoh di tempat-tempat negatif kehidupan Anda kelak akan semakin sulit. Ratusan orang yang “curhat” kepada saya telah membuktikan hal ini. Karena jodoh bisa ketemu dimana saja maka pastikanlah Anda sering aktif berkunjung ke tempat yang tepat.

Jodoh semakin sulit ketemu bila Anda hanya berdiam diri dan terus menyendiri.

674 notes

julieyumi:

階 - ikkai - first floor, one floor
回 - ikkai - one time, one round, one game, once
気 - ikki - chug it! (chanted repeatedly)
一緒 - issho - together, at the same time, same
週間 - isshuukan - week, one week

一月 - ichigatsu - January
一時 - ichiji - one o’clock

Noted!

73 notes

Hal yang paling menjengkelkan adalah:
1. Ketika smartphone mu sedang diperlukan dalam keadaan urgent justru loadingnya semakin lambat sehingga kamu ingin membantingnya saja namun kamu sadar karna belum mampu menggantinya dengan yg lebih baik.
2. Ketika ibu bapak mu menuntut lebih, mengkhawatirkan yang belum terjadi, menjudge mu sbg org yg malas tak mau kerja, menanyakan esok akan makan apa sedangkan tangannya saat itu sedang menyuap makanan, ketakutan kekurangan uang padahal mereka masih punya kontrakan, ngeri membayangkan lebaran nanti tanpa sepeser uang karna anaknya dalam kondisi krisis pekerjaan, bahkan mereka lebih ketakutan hidup tanpa uang dibandingkan menghadapi mati yang sudah pasti.
3. Ketika kamu berusaha sekeras mungkin utk menabung hasil kerjamu tapi ternyata siapa sangka kamu tertipu oleh para sales lembaga kursus dengan caranya yang kotor, uangmu melayang hingga telah mengosongkan rekeningmu, hingga kamu meng-cancel acara liburanmu ke pulau seribu.
4. Siapa sangka ketika kamu sedang lemas karna lenyapnya tabunganmu, motor mu pun ikutan menuntut. Minta diganti akinya pdhl baru 2 tahun kurang dipakai.
5. Ketika seorang manusia dizalimi oleh makhluk ghaib yang nyata membuat hamba tersesat dari Tuhannya, mengganggu kehidupannya, menzaliminya dengan merusak pikirannya, mengganggu kesehatannya.

——————————-
Aku hanya butuh Allah, aku hanya perlu meminta kepada-Nya, aku ikhlas lillahi ta’ala, aku akan tetap berusaha, aku hanya takut kehilangan cinta-Nya. Aku ikhlas dengan skenario yg dibuat-Nya.
Bismillahi tawakkaltu ‘alallahu laa hawla walaa kuwwata illa billahil ‘aliyyil adzim.

Semua akan indah pada waktunya

Malam tumby… 

Sudah hampir sebulan janji mau ngeposting sesuatu akhirnya bisa terwujud malam ini. 

Pertama, ada kabar baik buat kamu. Alhamdulillah akhirnya aku sudah lulus bulan Juli 2013 lalu. Ya Allah… telat banget sih!!! iya, telat banget! udah hampir mau setahun baru bilang sekarang? hah? padahal 3 bulan lagi mau Ramadhan tau! hihihi…

Bicara tentang Ramadhan dan telat, aku sidang skripsi pas banget bulan Ramadhan. Bersyukur banget segalanya dilancarin sama Allah. Ngerasain kebingungan hunting buku referensi di Japan Foundation, sendirian di Perpusnas Matraman Salemba, dan ngerasain malam-malam touring naik motor bareng Nene ke Perpustakaan umum di bilangan Epicentrum Kuningan. Ngerasain tegang, bibir pucat dan tenggorokan kering saat presentasi. Terus ngerasain nangis haru biru pas yudisium kelulusan ketika namaku disebut Poppy sensei setelah azan Magrib berkumandang. Beliau juga sempat memanggilku dengan sebutan ‘Ibu Hajjah’ hihihii.. Aamiin ya Allah. Bersyukur karena saat lebaran tiba, tidak galau lagi ketika menjawab pertanyaan “kapan lulus?” dari orang-orang yang berkunjung saat lebaran. Padahal semenjak judul skripsi ditolak sama dosen tahun 2012, sempet ga bisa move on sampai 2 semester.

Dulu pas posterous belum ditutup, aku pernah nulis kaya gini,

"hidupku saat ini bagaikan sembelit, mules tak tertahankan tapi keluarnya susah minta ampun. Sama seperti perkuliahanku saat ini. sudah hampir 5 tahun lebih kuliah, ingin segera lulus, tapi skripsiku ga kelar-kelar."

Fuihihihi…. memalukan!

Ya, memalukan memang. Bagi seseorang yang ketika sekolah selalu menjadi rangking teratas, pernah menjadi juara umum, selalu mendapat beasiswa, justru lulus kuliahnya paling ngaret. Tapi sekali lagi, pepatah “Semua akan indah pada waktunya” benar-benar terbukti.

Bila direnungi, Allah belum mengizinkan aku lulus di tahun 2012 mungkin karena aku harus melewati berbagai ujian hidup terlebih dahulu. Mulai dari permasalahan keluarga, menjadi baby sitter keponakan, percintaan, pernikahan, serta poligami hadir beruntun saat itu. Alhamdulillah… Iman ini masih tersisa biarpun sedikit. Alhamdulillah, ajaran agama yang sejak kecil aku pelajari masih tertanam dihati ini. Pernah hampir berputus asa, namun Allah selalu menuntunku dengan cahaya-Nya. Menjelang Ramadhan tahun lalu, satu persatu permasalahan itu akhirnya terpecahkan. 

Ketika diri ini sedang rapuh meratapi judul skripsi yang ditolak lebay xD, terima kasih yang sebanyak-banyaknya untuk Nia sensei, guru bahasa Jepangku dulu di MAN 4. Beliau menelpon dan memintaku untuk membantu mengajar di sana. Ku pikir ini adalah rezeki yang tak diduga. Pagi hari, ketika pertama kali menjejakan kaki setelah sekian lama tak berkunjung, Keadaan sekolah benar-benar telah berubah, semakin cantik dan menyenangkan. Lantunan murotal quran diperdengarkan dari pengeras suara. Satu hal yang paling mengesankan di sekolah itu adalah poster-poster kaligrafi ayat Al Quran dan pepatah arab yang tergantung di langit-langit. Ketika aku membaca salah satu ayat, hatiku terhenyak.

fa innama al usri yusro”  (al insyirah:5)

(karena sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan)

Bagai padang pasir yang disiram hujan, hati ini berdesir. Alhamdulillah… Terimakasih ya Allah, atas cahaya-Mu. Semangatku kembali bangkit. Satu ayat itu menjadi quotes hidup terindah dalam hidupku. Sekali lagi ku rasakan manisnya iman.

Dahulu aku pernah menuliskan perasaanku tentang seseorang. Aku pernah beranggapan kalau seandainya aku bersama orang itu pasti akan bermasalah. Ya, beliau adalah dosen pembimbingku, Nur Sensei. Ternyata anggapanku salah. Beliau adalah orang yang sangat sabar dengan mahasiswa bimbingannya. Aku beruntung dibimbing beliau. Suaranya yang lemah lembut, cara menyampaikannya yang seperti sedang bicara dengan anak sendiri, semuanya patut disyukuri. Beliau juga rela membimbing hingga jam 9 malam padahal esoknya mesti mengajar pagi. Maaf ya Sensei, mahasiswa memang terkadang merasa sok tahu dan merasa tidak perlu dikasih tahu, dan mahasiswa jenis ini perlu dihajar. hehehe. Ditambah lagi ketika sidang, beliau sangat membantu banyak, dan tidak memberikan revisi sedikitpun. Yaiiyy!!!

Sampai ketika wisuda. Momen ini sebenarnya biasa-biasa saja. Justru momen yang paling mengesankan adalah ketika sidang dan yudisium tadi. Sempat galau karena merasa tidak sudi mengeluarkan uang sebesar 850 ribu untuk wisuda karena kondisi saat itu benar-benar sedang paceklik. Sempat risih mengingat ketika wisuda perlu kebaya, perlu make up, perlu biaya transportasi ke Kemayoran Expo yang jauh dari selatan Jakarta. Sempat ga enak juga bila tidak wisuda, karena momen itu ditunggu-tunggu sejak lama oleh Ayah dan Ibu.

Namun alhamdulillah, segalanya diberi kelancaran. Pintu rezeki terbuka seluas-luasnya menjelang wisuda. Mimpi ayah dan ibu akhirnya terkabul. 

—————————————————————————————————————————

image

—————————————————————————————————————————————

Alhamdulillah… Ayah dan Ibu,Terima kasih banyak untuk semuanya.,

Sebenarnya masih banyak yang mau ditulis di postingan kali ini. Masih pengen cerita hal-hal baru yang sudah terjadi. Masih pengen nyebutin dan ngucapin terima kasih ke orang-orang yang udah banyak membantu yang ga ditulis di dalam kata pengantar skripsiku.

Sudah malam„, ikan bobo… jadi ceritanya disambung ke part berikutnya.

penasaran kaan? hihihii… 

oke, selamat tidur! oyasumi!

1 note

2014

Postingan pertama di tahun 2014. Lama banget udah ga cerita-cerita lagi. Sebenernya labil sih mau posting di tumblr atau di blogspot. Ada banyak cerita menarik. Berasa kaku karena udah kelamaan ga nulis. 

see you on the next post!

Lembutkan hati ini. Tuntunlah jiwa ini. Sirami dengan Cahaya-Mu duhai Sang Penguasa Siang dan Malam.. :’)

Hati yang Jauh dari Allah

Mengapa hati cenderung tertarik dengan dosa-dosa dan menjauh dari pahala?
Mengapa banyaknya peringatan tidak membuat orang jera berbuat nista?
Bila hati tak lagi tersentuh oleh alunan ayat
suci, lebih gandrung dengan nyanyian-nyanyian keji, air mata tak pula meleleh di kala ingat akan dosa atau diingatkan tentang
neraka. Saat itulah hati mengeras menjadi batu. Shalat tak akan terasa nikmat, tidak pula iamerasakan manisnya munajat…

Ibnu Qayyim pernah berkata:
“Sesungguhnya di dalam hati terdapat ruang kosong dan celah yang tak dapat diisi oleh suatu apapun kecuali Allah. Terdapat sesuatu yang kusut yang tidak dapat diurai keuali dengan mendekatkan diri kepada Allah.
Terdapat penyakit yang tak dapat disembuhkan selain dengan sikap ikhlas dan beribadah hanya kepada-NYA. Tidaklah seorang hamba di hukum dengan sesuatu
yang lebih berat dari kerasnya hati dan jauhnya dari Allah. Sungguh api itu diciptakan untuk melunakkan hati yang kasar.
Sesunggunya hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras. Dan sebagaimana diketahui, bilamana hati telah mengeras,
maka air mata sulit mengalir dan mata menjadi kering (tdk mudah menangis). Ia terasa sakit meneteskan air mata baik disaat
berdzikir, takut kepada Allah ataupun ketika tunduk bersimpuh di hadapan Allah.”

Barangsiapa menghendaki hatinya bersih
hendaklah ia lebih mementingkan Allah daripada memenuhi tuntutan syahwatnya. Sebab hati yang senantiasa berlumuran
maksiat terhalang dari cahaya Allah sesuai kadar keterkaitannya dengan syahwat tersebut. Hati adalah bejana-bejana Allah di atas bumi-NYA, dan yang paling Dia
sukai adalah hati yang paling jernih dan lembut.

Imam Malik pernah berkata:
“Apabila fisik sakit, maka makanan, minuman dan bahkan istirahatnyapun tdk berguna.
Begitu pula dengan hati yg telah mabuk dunia, nasehat apapun tdk akan berguna baginya. Ia tertipu dan terpedaya dengan kesehatan
fisik dan limpahan harta benda yg dimiliki. Ia mengira dirinya dalam kondisi baik-baik saja, tak ada masalah bahkan tak ada sangsi yg
menghadangnya. Ia tdk menyadari bahwa ia terpedaya dan terlena, juga perubahan hatinya yang menjadi keras adalah sebesar- besar bencana yg menimpanya, sedang ia tdk menyadarinya.”

Lalu Bagaimana Jalan keluarnya??
Saudaraku„ Jika engkau berharap hatimu baik, maka dengar dan berjalanlah bersama kehendak dan hasrat yg terdetik di dalam
hatimu. Turutilah suara hati yg baik dan jauhi yg tdk benar, hasrat-hasrat kearah maksiat
tersebut merupakan tangga menuju kesesatan, bahaya dan fitnah yg dapat menjadikan hati
menjadi keras. Salah seorang tokoh kaum salaf juga pernah berkata dalam menyifati kiat-kiat mujarab untuk melembutkan hati:
“Sungguh hatiku dihinggapi sebuah keinginan, maka itu tidak aku turuti kecuali dgn dua saksi yg ‘adil’yaitu Al-Quran dan As-
Sunnah.”

Kini tiba saatnya kita mengukur dan bercermin kaidah tersebut. Kita akan mendapati betapa banyak telah terlintas di benak, nurani dan pikiran kita sejumlah
keinginan, hasrat, gagasan dan kemauan untuk kita lakukan, akan tetapi sudahkah kita bersikap dengan segala hasrat tersebut sebagaimana kaidah di atas, yaitu menghadirkan dua saksi ‘adil’ (Al-
Qur`an dan As-Sunnah) kemudian menimbang keselarasannya dengan keduanya. Dan jika bersesuaian, kita dengan penuh
semangat melakukannya dan bila bertentangan dengannya segera saja kita tinggalkan dan hindari. Sehingga dengan itu, hati kita selamat dan dipenuhi dengan
cahaya keimanan dan akhirnya berubah menjadi hati yg jernih dan lembut.