Laparrr… TT_TT
Oh perut, sabar sedikit dong ah. Tengah malam kaya gini malah keroncongan sambil marawisan. Ga sopan tau. Apa kata pak RT nanti coba?
Lepas magrib ketiduran, terjaga sekitar jam dua belas malam. Cinderella jadi-jadian kini sudah berubah wujud menjadi monster jahat yang lapar. Sorot matanya sudah siap melahap apa saja yang dia tangkap dari dapur ibundanya. Ada satu yang menarik perhatiannya, sesuatu yang bergerak dengan lincah, berbulu cokelat, dan memiliki ekor. Namun sayang sekali sang monster tidak doyan pada seekor tikus. Dia lapar! Dia ingin makanan! Tapi ternyata,
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
ternyata dapur itu kosong…
… . .
… . .
… . .
aaaarggggghhhh…. sang monster pun menjerit! Tubuhnya kini bertransformasi menjadi Bumblebee. Ah, bukan. Maksud saya kurcaci. Ya! sang monster menciut menjadi kurcaci. Malang nian nasib nya. Sang kurcaci menangis gegulingan di atas lantai. Air matanya tumpah ruah menjadi-jadi. Tangannya memukul-mukul lantai berharap air zam zam memancar dari dalam tanah. Sayangnya dia bukan nabi Ismail. Dia pun menjerit lagi.
“Akikah lapar ciyyynnn!!!” TT_TT
.
.
.
.
.
.
.
aaaaakh.. tidak!!!!
!
!
!
!
!
!
!
ternyata kurcaci itu banci.
-sekian-
——————————————-
A.n: laper!


